Tugas Etika Profesi (kelompok 8) "Pendekatan Profesionalisme & Prinsip – prinsip yang menjadi tanggung jawab seseorang Profesional"
Pendekatan Profesionalisme
Contoh yang kita ambil adalah seorang Design Grafis yang bekerja di
perusahaan pembuatan Sepatu dan Sandal...
ada empat prespektif dalam mengukur profesionalisme menurut Gilley dan
Enggland :
1. Pendekatan
Berorientasi Filosofis
Pendekatan Lambang Profesional = adanya sertifikat, lisensi atau bentuk Penghargaan yang di dapatkan, contoh seorang Design Grafis mempunyai sertifikat mengikuti workshop atau pelatihan, dan mendapatkan lisensi sebagai seorang Desainer seperti sertifikat pelatihan Adobe Photoshop, Rhinocheros dan Blender 3D.
Pendekatan Sikap Individu = bagaimana seorang desainer berkomunikasi dengan manager, dan bagian cetak pola untuk bisa menyampaikan hasil rancangan model yang di buatnya.
Pendekatan Electic = seorang desainer harus mampu membuat model rancangannya sesuai dengan jadwal yang sudah di sepakati bersama manager perusahaan.
Pendekatan Lambang Profesional = adanya sertifikat, lisensi atau bentuk Penghargaan yang di dapatkan, contoh seorang Design Grafis mempunyai sertifikat mengikuti workshop atau pelatihan, dan mendapatkan lisensi sebagai seorang Desainer seperti sertifikat pelatihan Adobe Photoshop, Rhinocheros dan Blender 3D.
Pendekatan Sikap Individu = bagaimana seorang desainer berkomunikasi dengan manager, dan bagian cetak pola untuk bisa menyampaikan hasil rancangan model yang di buatnya.
Pendekatan Electic = seorang desainer harus mampu membuat model rancangannya sesuai dengan jadwal yang sudah di sepakati bersama manager perusahaan.
2. Pendekatan Perkembangan
Bertahap
- ikut berkumpul dengan desainer lainnya untuk bertukar pendapat dan informasi.
- melakukan identifikasi mengadopsi aplikasi yang paling cocok yang di gunakan untuk membuat desain 2D,3D dll.
- membuat organisasi yang legal untuk menunjang profesi desainer dan menarik minat untuk bisa ikut belajar dan menekuni design grafis.
- adanya kesepakatan profesi di dalam organisasi desainer tersebut.
- menentukan kode etik untuk peraturan main dalam menjalankan profesi sebagai desainer.
- adanya persyaratan revisi berdasarkan sertifikasi tertendu seperti syarat akademis desainer dan pengalaman bekerja.
- ikut berkumpul dengan desainer lainnya untuk bertukar pendapat dan informasi.
- melakukan identifikasi mengadopsi aplikasi yang paling cocok yang di gunakan untuk membuat desain 2D,3D dll.
- membuat organisasi yang legal untuk menunjang profesi desainer dan menarik minat untuk bisa ikut belajar dan menekuni design grafis.
- adanya kesepakatan profesi di dalam organisasi desainer tersebut.
- menentukan kode etik untuk peraturan main dalam menjalankan profesi sebagai desainer.
- adanya persyaratan revisi berdasarkan sertifikasi tertendu seperti syarat akademis desainer dan pengalaman bekerja.
3. Pendekatan Berorientasi Karakteristik
- etika sebagai aturan langkah : dalam menjalankan profesi desainer, etika mengatur setiap langkah atau tahapan untuk menjalan kan prosedur kerja dan apabila terjadi sesuatu di luar pesedural kerja tersebut.
- pengetahuan yang terorganisisr : seorang desainer harus menpunyai pengetahuan tentang alat apa saja yg di gunakan untuk membuat design dan keahlian menjalankannya.
- keahlian dan kopetensi khusus : seorang desainer yang bisa mengaplikasikan hasil rancangannya dengan menggunakan bentuk 3D akan lebih baik dari bentuk 2D.
- tingkat pendidikan minimal : mempunyai basic dari saat menjalankan pendidikan , seorang desainer walaupun lulusan multimedia tingkat smk tapi mereka bisa mengembangkan dengan pelatihan.
- sertifikasi keahlian : mempunyai sertifikasi keahliah di buktikan dengan adanya sertifikat atau penghargaan.
- etika sebagai aturan langkah : dalam menjalankan profesi desainer, etika mengatur setiap langkah atau tahapan untuk menjalan kan prosedur kerja dan apabila terjadi sesuatu di luar pesedural kerja tersebut.
- pengetahuan yang terorganisisr : seorang desainer harus menpunyai pengetahuan tentang alat apa saja yg di gunakan untuk membuat design dan keahlian menjalankannya.
- keahlian dan kopetensi khusus : seorang desainer yang bisa mengaplikasikan hasil rancangannya dengan menggunakan bentuk 3D akan lebih baik dari bentuk 2D.
- tingkat pendidikan minimal : mempunyai basic dari saat menjalankan pendidikan , seorang desainer walaupun lulusan multimedia tingkat smk tapi mereka bisa mengembangkan dengan pelatihan.
- sertifikasi keahlian : mempunyai sertifikasi keahliah di buktikan dengan adanya sertifikat atau penghargaan.
4. Pendekatan Berorientasi Non-Tradisional
seseorang desainer di harapkan mampu melihat kebutuhan karakterisik yang di butuhkan dalam pekerjaan. Perlunya untuk melihat mode atau tren yang sedang di gandrungi banyak peminat, sampai membuat suatu mode atau tren sendiri
seseorang desainer di harapkan mampu melihat kebutuhan karakterisik yang di butuhkan dalam pekerjaan. Perlunya untuk melihat mode atau tren yang sedang di gandrungi banyak peminat, sampai membuat suatu mode atau tren sendiri
Prinsip – prinsip yang menjadi tanggung jawab seseorang Profesional
1. Prinsip Holistic ( Keseluruhan ) : seorang Design
Grafis dalam perusahaan sandal dan sepatu Harus Memastikan Designnya mudah di
pahami oleh para pemroduksi bukan hanya soal nilai estetikanya saja melainkan
bisa dan mudah saat di aplikasi dalam bentuk aslinya agar mengurangi daripada
human eror.
2. Prinsip Optimal (Terbaik)
memberikan hasil desain yang memuaskan dengan melihat peluang pasar , jangkauan segment pasar dan target pasar.
memberikan hasil desain yang memuaskan dengan melihat peluang pasar , jangkauan segment pasar dan target pasar.
3. Prinsip Life Long Leaner ( Belajar Sepanjang Hidup ) :
Sering mengikuti workshop Yang Berkaitan dengan design grafis dan ikut
berkumpul dengan sesama designer untuk saling bertukar informasi seputar design
grafis.
4. Prinsip Integrity ( Kejujuran ): tidak menjual hasil
karyanya kepada perusahaan lain demi keuntungannya sendiri, memajukan brand
yang dia tangani dengan cara memberikan hasil yang terbaik dan memuaskan adalah
cara seorang professional.
5. Prinsip Sharp ( Berpikir Tajam ) : seorang design
grafis harus menerima kritikan hasil kerjanya dan secepat mungkin mencari ide
untuk segera menemukan hasil yang di inginkan oleh pasar.
6. Prinsip Team Work ( Kerjasama ) : seorang design
grafis harus berkerja sama dengan pengamat pasar untuk tau sejauh mana design
yang berkembang yang di inginkan oleh pasar agar hasilnya mudah di kenal dan
mudah menarik konsumen, dan berkerjasama dengan tukang pola karna untuk masuk
ke produksi si tukang pola harus mengerti dan mudah membuat pola design untuk
selanjutnya masuk ke produksi.
7. Prinsip Innovation ( Inovasi ) : inovasi adalah hal
yang terpenting untuk seorang design grafis, mencari suatu ide yang berbeda
tetapi tetap mementingkan segment pasar dan dalam pembuatannya tidak rumit. Dan
setiap batas waktu seorang design grafis harus membuat karya design yang
berbeda lainnya.
8. Prinsip Communication ( Komunikasi ) : seorang design
grafis harus bisa menyampaikan apa yang ingin dia ciptakan kepada Manager
dengan komunikasi yang baik, dan bisa menjelaskan kepada si tukang pola
sandalnya nya dari apa design yang dia buat.
Wahh mantap makasih gan jadi mempermudah tugas saya
BalasHapusmantap gan.... cendoollll doonngggggg
HapusMantap pak......
BalasHapusSangat membantu😊
seepp gann
Hapus